Study Tips

Cuma Punya 30 Menit Sehari? Begini Cara Mulai Preparation PTE

Billa
5/9/2026
5 min read
Cuma Punya 30 Menit Sehari? Begini Cara Mulai Preparation PTE

Bagikan artikel ini

FacebookXWhatsAppTelegram

Pengen ambil PTE, tapi setiap kali mau mulai preparation selalu kepikiran hal yang sama: “Kapan belajarnya?”


Pagi harus kerja atau kuliah. Sore sudah capek. Malam masih ada tugas, urusan rumah, atau sekadar pengen rebahan tanpa mikirin soal English test. 


Akhirnya preparation PTE terus ditunda karena merasa harus punya waktu berjam-jam dulu untuk belajar. Padahal, kamu nggak selalu butuh waktu sebanyak itu untuk mulai.


Kalau sekarang kamu cuma punya 30 menit sehari, itu tetap bisa jadi waktu yang cukup untuk membangun kebiasaan latihan PTE. Bukan berarti 30 menit sehari langsung bikin score kamu naik drastis, ya.


Tapi setidaknya, daripada menunggu punya waktu luang tiga jam yang entah kapan datangnya, 30 menit yang benar-benar dipakai latihan jauh lebih berguna.

Preparation PTE Nggak Harus Selalu Lama

Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi ketika mulai preparation adalah membuat target yang terlalu besar.

Misalnya: “Mulai besok aku harus belajar PTE dua jam setiap hari.”


Hari pertama semangat. Hari kedua masih oke.

Hari ketiga mulai sibuk. Hari keempat kelewat. Minggu depannya baru sadar sudah nggak latihan sama sekali.


Bukan karena nggak niat.


Targetnya saja yang dari awal terlalu susah dipertahankan.

Makanya, kalau kamu memang punya jadwal yang padat, coba mulai dari target yang lebih realistis. 30 menit sehari.


Kedengarannya memang nggak banyak.


Tapi kalau dilakukan lima hari dalam seminggu, kamu sudah punya sekitar 150 menit waktu latihan. Dan yang lebih penting, kamu mulai terbiasa menjadikan preparation sebagai bagian dari rutinitas, bukan sesuatu yang baru dilakukan kalau sedang punya banyak waktu.

Tapi 30 Menit Mau Dipakai Buat Apa?


Nah, ini yang lebih penting. Punya 30 menit bukan berarti kamu harus membuka semua materi PTE sekaligus. Jangan sampai baru lima menit sudah sibuk mikir: “Hari ini latihan apa, ya?” Lalu sepuluh menit berikutnya malah scrolling cari PTE tips di Google.  Kalau waktunya terbatas, justru latihan perlu dibuat lebih spesifik.

Misalnya hari ini kamu memutuskan untuk fokus pada satu jenis latihan. Besok lanjut ke latihan lainnya. Hari berikutnya bisa digunakan untuk mengulang bagian yang masih terasa sulit. Dengan begitu, 30 menit yang kamu punya benar-benar digunakan untuk practice, bukan menghabiskan waktu untuk menentukan mau belajar apa. Dan jangan lupa, preparation bukan cuma tentang seberapa banyak soal yang berhasil kamu kerjakan.


Kamu juga perlu tahu kenapa kamu masih salah. Kalau setiap hari mengerjakan puluhan soal tetapi kesalahan yang sama terus berulang, berarti mungkin sudah waktunya berhenti sebentar dan melihat pola kesalahannya.

PTE Itu Bukan Cuma Soal Bisa Bahasa Inggris

Ini juga yang kadang terlupakan. Seseorang bisa saja punya kemampuan English yang cukup baik, tetapi belum tentu langsung nyaman ketika mengerjakan PTE.


Kenapa? Karena menghadapi English test juga membutuhkan familiarity dengan test-nya. Kamu perlu terbiasa dengan jenis task yang akan muncul, cara mengerjakannya, dan bagaimana mengatur waktu ketika test berlangsung. Bayangkan kamu punya kemampuan English yang bagus, tapi saat mengerjakan soal kamu masih terlalu lama di satu bagian. Atau kamu sebenarnya tahu jawabannya, tetapi belum terbiasa dengan format task-nya. Atau baru pertama kali mencoba mengerjakan test secara utuh ketika hari test sudah tiba.


Bisa-bisa yang bikin panik bukan English-nya. Tapi test-nya.

Itulah kenapa latihan secara rutin tetap penting, bahkan ketika kamu merasa kemampuan English-mu sudah cukup.

Jadi, Coba Bikin 30 Menitmu Lebih Terarah


Kamu nggak perlu membuat jadwal preparation yang terlalu rumit. Contohnya bisa sesederhana ini: 10 menit pertama: kerjakan latihan. 15 menit berikutnya: lanjutkan latihan dan fokus pada task yang sedang dipelajari. 5 menit terakhir: lihat kembali hasil latihan dan catat bagian yang masih sering salah. Selesai.


Besok, ulangi lagi dengan fokus yang berbeda. Kalau suatu hari cuma punya 20 menit, ya 20 menit. Kalau weekend punya waktu lebih panjang, baru gunakan untuk latihan yang lebih banyak atau mencoba simulasi. Intinya bukan memaksakan durasi yang sama setiap hari. Yang penting tetap ada latihan.

Di Sini, Platform Latihan Bisa Membantu


Masalah lain ketika belajar sendiri adalah kadang kita terlalu sibuk mencari bahan latihan. Hari ini cari soal PTE. Besok cari contoh soal lagi. Lusa pindah website. Kemudian menyimpan banyak link tapi nggak ada yang benar-benar dikerjakan.

Kalau kamu sedang mempersiapkan PTE, punya satu tempat khusus untuk latihan bisa membuat prosesnya lebih sederhana. Salah satu pilihan yang bisa digunakan adalah ALFA PTE dari BANSA.

ALFA PTE merupakan platform yang ditujukan untuk membantu preparation PTE melalui berbagai latihan soal, sehingga kamu bisa punya ruang khusus untuk berlatih tanpa harus selalu mencari materi dari satu tempat ke tempat lain. Dan ini bisa cukup membantu buat kamu yang waktunya terbatas. Karena ketika cuma punya 30 menit, kamu nggak mau setengah dari waktu tersebut habis untuk mencari: “Hari ini aku latihan PTE di mana?” Lebih baik waktunya langsung digunakan untuk mengerjakan soal.

Jangan Menunggu Sampai “Punya Waktu”

Kalau dipikir-pikir, hampir semua orang punya alasan untuk menunda preparation. “Lagi sibuk.” “Nanti kalau sudah selesai kerja.” “Nunggu weekend aja.” “Nanti kalau sudah dekat test baru serius.”


Masalahnya, kalau terus menunggu waktu yang ideal, preparation bisa-bisa baru dimulai ketika test sudah tinggal beberapa minggu. Padahal, kamu bisa mulai dari hal kecil. Hari ini 30 menit. Besok 30 menit lagi. Tidak harus selalu sempurna. Tidak harus selalu menyelesaikan banyak soal.

Yang penting kamu tahu apa yang sedang dilatih dan terus melihat perkembangan dari waktu ke waktu.


Karena preparation yang konsisten bukan berarti kamu harus belajar lama setiap hari. Consistency beats cramming.


Kalau Punya Waktu Lebih, Baru Naikkan Intensitas


Bukan berarti kamu harus selamanya belajar 30 menit sehari.

Anggap saja 30 menit sebagai starting point. Ketika sudah mulai terbiasa, kamu bisa menambah durasi atau intensitas latihan.


Misalnya: Awal preparation, 30 menit latihan beberapa kali dalam seminggu. Mulai mendekati target test, durasi latihan ditambah dan mulai lebih sering melakukan simulasi. Menjelang test, lebih banyak latihan dengan kondisi yang mendekati test sebenarnya untuk melihat kesiapan dan mengatur waktu.

Jadi kamu nggak perlu langsung memaksa diri belajar berjam-jam sejak hari pertama. Mulai dari yang sanggup kamu lakukan. Lalu tingkatkan perlahan.

Preparation PTE Itu Bukan Perlombaan

Ada yang bisa belajar dua jam sehari. Ada yang cuma punya waktu 30 menit. Ada yang preparation sambil kuliah. Ada juga yang harus membaginya dengan pekerjaan. Cara setiap orang bisa berbeda. Jadi jangan terlalu fokus membandingkan durasi belajarmu dengan orang lain.


Yang lebih penting adalah: Apakah kamu benar-benar latihan? Apakah kamu tahu bagian mana yang masih perlu diperbaiki? Apakah kamu semakin familiar dengan PTE?


Dan yang paling penting: Apakah kamu tahu posisi kemampuanmu sebelum akhirnya masuk ke test yang sebenarnya? Karena tujuan preparation bukan sekadar bisa bilang, “Aku sudah belajar PTE.” Tapi bisa sampai pada titik:

“Aku tahu apa yang akan aku hadapi dan aku sudah pernah berlatih menghadapinya.” Jadi, Bisa Nggak Preparation PTE Cuma 30 Menit Sehari?


Bisa untuk mulai.


Tentu kebutuhan setiap orang berbeda. Kalau target score-mu tinggi atau kemampuanmu masih perlu banyak diperbaiki, kamu mungkin membutuhkan waktu latihan yang lebih panjang.


Tapi jangan jadikan itu alasan untuk tidak mulai sama sekali.

Kalau hari ini kamu cuma punya 30 menit, gunakan 30 menit itu. Pilih latihan. Kerjakan. Review. Besok, ulangi lagi.


Dan ketika kamu membutuhkan tempat untuk menambah latihan PTE, ALFA PTE dari BANSA bisa menjadi salah satu pilihan untuk menemani preparation-mu. Karena pada akhirnya, preparation bukan tentang siapa yang belajar paling lama.


It's about how consistently you show up and how well you use the time you have.

Suka artikel ini? Bagikan!

FacebookXWhatsAppTelegram