A, An, dan The: Cara Menggunakan Articles dalam Bahasa Inggris

“I need an umbrella.”
“Where is the pen?”
Pernah bertanya-tanya mengapa kita mengatakan a pen, tetapi an umbrella? Lalu, mengapa kita tiba-tiba menggunakan the pen, bukan lagi a pen?
Bagi banyak English learners, penggunaan articles seperti a, an, dan the merupakan salah satu bagian grammar yang cukup membingungkan. Kesalahan dalam menggunakan ketiganya juga cukup umum, terutama karena dalam bahasa Indonesia kita tidak memiliki sistem artikel yang benar-benar sama.
Menariknya, meskipun penggunaan articles dalam bahasa Inggris memiliki banyak aturan, kesalahan dalam penggunaannya biasanya tidak sampai membuat sebuah kalimat kehilangan makna.
Misalnya, jika seseorang berkata:
“Please can you give me glass of milk?”
Kita masih dapat memahami bahwa orang tersebut meminta segelas susu. Namun, bentuk yang lebih tepat adalah:
“Could you give me a glass of milk?”
Karena itu, meskipun articles terkadang terlihat kecil dan sepele, mempelajari penggunaannya tetap penting jika kita ingin menghasilkan bahasa Inggris yang lebih natural dan akurat.
Dalam bahasa Inggris, articles adalah kata yang digunakan sebelum kata benda (noun). Ada tiga bentuk utama:
a
an
the
Secara sederhana, a dan an biasanya digunakan ketika kita membicarakan satu benda atau orang yang belum spesifik, sedangkan the digunakan ketika benda atau orang yang dimaksud sudah jelas atau spesifik bagi pendengar atau pembaca.
Contohnya:
I saw a dog in the street.
Artinya, saya melihat seekor anjing di jalan. Kita belum mengetahui anjing yang mana. Karena itu, kita menggunakan a.
Kemudian:
The dog was very friendly.
Sekarang kita menggunakan the karena kita sudah tahu anjing mana yang sedang dibicarakan, yaitu anjing yang sebelumnya disebutkan.
Namun, penggunaan articles tidak sesederhana itu. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama bunyi awal kata, jenis kata benda, dan konteks pembicaraan.
Cara Menggunakan A dan AnSalah satu aturan paling penting adalah bahwa penggunaan a atau an ditentukan oleh bunyi awal kata berikutnya, bukan sekadar huruf pertama yang kita lihat.
A Sebelum Bunyi KonsonanKita biasanya menggunakan a sebelum kata yang diawali dengan consonant sound atau bunyi konsonan.
Contohnya:
a rabbit
a car
a horse
a university
a one-man band
Perhatikan contoh a university. Meskipun university dimulai dengan huruf u, kita menggunakan a, bukan an, karena kata tersebut diawali dengan bunyi /j/, seperti bunyi “y” dalam you.
Jadi:
a university
Hal yang sama berlaku pada a one-man band. Kata one diawali dengan bunyi /w/, sehingga kita menggunakan a.
An Sebelum Bunyi VokalKita menggunakan an sebelum kata yang diawali dengan vowel sound atau bunyi vokal.
Contohnya:
an elephant
an aeroplane
an hour
an honest man
an MP
Perhatikan bahwa aturan ini berdasarkan pengucapan, bukan spelling.
Misalnya, an hour. Kata hour dimulai dengan huruf h, tetapi h-nya tidak diucapkan. Pengucapannya dimulai dengan bunyi vokal: /aʊə(r)/.
Karena itu, kita mengatakan:
an hour
bukan:
a hour
Hal yang sama berlaku untuk an honest man. Kata honest juga memiliki silent h, sehingga bunyi awalnya adalah bunyi vokal.
Ini adalah salah satu hal yang sering membuat pembelajar bahasa Inggris bingung. Kita tidak menentukan a atau an hanya berdasarkan huruf pertama sebuah kata. Yang harus kita perhatikan adalah bunyi pertama kata tersebut.
Mari kita bandingkan:
a university dan an umbrella
Keduanya dimulai dengan huruf u, tetapi pengucapannya berbeda.
University dimulai dengan bunyi /j/, sehingga:
a university
Sementara umbrella dimulai dengan bunyi vokal:
an umbrella
Contoh lainnya:
a European country, tetapi an English teacher.
European dimulai dengan bunyi /j/, sedangkan English dimulai dengan bunyi vokal.
Jadi, ketika ragu memilih a atau an, jangan hanya melihat huruf pertama. Dengarkan bagaimana kata tersebut diucapkan.
Bagaimana dengan Kata yang Dimulai dengan H?Kata-kata yang dimulai dengan h juga perlu diperhatikan.
Jika h diucapkan, biasanya kita menggunakan a:
a horse, a hotel, a historian
Namun, jika h tidak diucapkan, kita menggunakan an:
an hour, an honest man
Jadi, bandingkan:
a hotel
an hour
Keduanya sama-sama dimulai dengan huruf h, tetapi bunyi awalnya berbeda.
A Historian atau An Historian?Ada sedikit variasi dalam penggunaan kata-kata seperti historian, hotel, dan habitual.
Dalam penggunaan modern yang umum, jika h diucapkan, bentuk yang digunakan adalah:
a historian, a hotel, a habitual action.
Namun, dalam beberapa variasi bahasa Inggris atau gaya pengucapan tertentu, terutama ketika h tidak diberi tekanan, Anda mungkin menemukan bentuk an historian atau an hotel.
Untuk pembelajar bahasa Inggris, aturan praktisnya cukup sederhana: dengarkan bunyi awal kata, bukan hanya hurufnya.
Bagaimana Cara Mengucapkan The?Selain a dan an, kata the juga memiliki dua pengucapan utama.
Sebelum consonant sound, the biasanya diucapkan /ðə/.
Contohnya:
the sea, the horse, the Russians
Sementara sebelum vowel sound, the biasanya diucapkan /ðiː/.
Contohnya:
the air, the Italians, the English language
Jadi:
the sea → /ðə siː/
the air → /ðiː eə(r)/
Sekali lagi, perubahan pengucapan ini bergantung pada bunyi kata berikutnya.
Namun, pengucapan bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan the. Kita juga perlu melihat apakah sesuatu yang dibicarakan sudah jelas atau spesifik bagi pendengar atau pembaca.
Kapan Menggunakan The?Secara umum, kita menggunakan the ketika orang yang mendengar atau membaca sudah mengetahui benda atau orang yang sedang kita maksud.
Contohnya:
I saw a dog in the street. The dog was very friendly.
Pada kalimat pertama, kita menggunakan a dog karena anjing tersebut belum spesifik. Setelah anjing tersebut diperkenalkan, kita menggunakan the dog karena kita sudah tahu anjing mana yang dimaksud.
Kita juga dapat menggunakan the ketika konteks membuat sesuatu menjadi jelas atau ketika kita membicarakan sesuatu yang spesifik.
Misalnya:
Can you close the door?
Dalam konteks tertentu, pembicara dan pendengar sama-sama mengetahui pintu mana yang dimaksud.
Contoh lainnya:
The life of Beethoven was fascinating.
Di sini, kita membicarakan kehidupan Beethoven yang spesifik.
Jadi, salah satu cara sederhana untuk memahami the adalah dengan bertanya:
“Apakah orang yang saya ajak bicara tahu persis apa yang saya maksud?”
Jika jawabannya iya, kemungkinan besar kita membutuhkan the.
Penggunaan Artikel (The Use of Articles)Penggunaan artikel cukup rumit karena tidak hanya bergantung pada a, an, atau the. Kita juga perlu memperhatikan jenis kata benda dan konteks penggunaannya.
Artikel tidak digunakan dengan cara yang sama untuk berbagai jenis kata benda.
Ada kata benda tunggal yang dapat dihitung (singular countable nouns), seperti:
cat, bridge, book
Ada kata benda jamak yang dapat dihitung (plural countable nouns), seperti:
cats, bridges, books
Dan ada kata benda yang tidak dapat dihitung (uncountable nouns), seperti:
water, rice, information
Perbedaan jenis kata benda ini dapat memengaruhi apakah kita menggunakan a/an, the, some, atau bahkan tidak menggunakan artikel sama sekali.
Kita juga menggunakan artikel dengan cara yang berbeda ketika membicarakan sesuatu secara umum dan ketika membicarakan sesuatu yang spesifik.
Misalnya, kita dapat membicarakan:
orang Inggris secara umum
gitar secara umum
kehidupan secara umum
wiski secara umum
Sebaliknya, kita dapat membicarakan contoh atau hal tertentu, seperti:
an Englishman → seorang pria Inggris
a guitar that we want to buy → sebuah gitar yang ingin kita beli
the life of Beethoven → kehidupan Beethoven
some whisky that we are drinking → sejumlah wiski yang sedang kita minum
Ketika kita membicarakan sesuatu yang spesifik, penggunaannya bergantung pada apakah hal tersebut definite atau indefinite.
Jika sesuatu bersifat definite, artinya pendengar atau pembaca tahu persis hal mana yang kita maksud. Dalam kondisi seperti ini, kita biasanya menggunakan the.
Jika sesuatu bersifat indefinite, artinya pendengar belum mengetahui atau tidak memiliki informasi khusus tentang hal tersebut. Dalam kondisi seperti ini, kita dapat menggunakan a, an, some, atau tanpa artikel, tergantung pada jenis dan jumlah kata bendanya.
Penggunaan a, an, dan the memang dapat terasa membingungkan bagi English learners, terutama karena bahasa Indonesia tidak memiliki sistem artikel yang sama.
Namun, kita tidak harus menghafalkan semua aturan sekaligus. Kita bisa mulai dengan beberapa prinsip utama:
Gunakan a sebelum consonant sound.
Gunakan an sebelum vowel sound.
Gunakan the ketika sesuatu sudah jelas atau spesifik bagi pendengar atau pembaca.
Perhatikan jenis kata benda dan konteks ketika menentukan artikel yang tepat.
Jangan hanya mengandalkan spelling—perhatikan juga pronunciation.
Pada akhirnya, menguasai articles bukan hanya soal menghafalkan aturan grammar. Semakin banyak Anda membaca, mendengarkan, dan menggunakan bahasa Inggris dalam konteks nyata, semakin mudah Anda mengenali pola penggunaan a, an, dan the secara natural.
Jadi, ketika Anda menemukan kalimat seperti a university, an umbrella, an hour, a hotel, dan the English language, jangan hanya bertanya, “Mengapa artikelnya berbeda?”
Cobalah mendengarkan bagaimana kata tersebut diucapkan dan perhatikan apa yang sebenarnya dimaksud dalam konteksnya.
Dari situlah penggunaan articles mulai terasa lebih masuk akal.