Career Tips

Australia Naikkan Batas Usia WHV Jadi 35 Tahun — Tapi Buat Indonesia, Ini Faktanya

Budi
5/8/2026
5 min read
Australia Naikkan Batas Usia WHV Jadi 35 Tahun — Tapi Buat Indonesia, Ini Faktanya

Bagikan artikel ini

FacebookXWhatsAppTelegram
Australia Naikkan Batas Usia WHV Jadi 35 Tahun — Tapi Buat Indonesia, Ini Faktanya Kabar terbaru dari Department of Home Affairs Australia langsung bikin heboh komunitas backpacker dan calon pelamar Working Holiday Visa. Mulai 1 Juli 2026, pemegang paspor dari Cyprus, Finlandia, Jerman, dan Korea Selatan kini bisa mendaftar Working Holiday visa subclass 417 sampai usia 35 tahun. Sebelumnya, batas usia untuk banyak pelamar umumnya berada di angka 30 tahun. Bahkan, pelamar yang memenuhi syarat dari negara-negara tersebut masih bisa mengajukan aplikasi sampai pukul 23:59 AEST di hari sebelum ulang tahun ke-36. Buat sebagian orang, kabar ini terdengar seperti angin segar. Tapi sebelum pelamar Indonesia ikut berharap bahwa batas usia WHV Indonesia juga otomatis naik menjadi 35 tahun, ada beberapa fakta penting yang perlu diluruskan dulu. Ini Bukan Skema yang Sama dengan WHV Indonesia Hal paling penting yang perlu dipahami adalah kebijakan usia 35 tahun ini berlaku untuk Working Holiday visa subclass 417, bukan Work and Holiday visa subclass 462 yang menjadi skema resmi untuk pelamar Indonesia. Dua subclass ini memang terdengar mirip, tetapi sebenarnya memiliki kategori negara mitra dan mekanisme yang berbeda. Subclass 417 umumnya berlaku untuk negara-negara seperti Inggris, Kanada, Jerman, Prancis, Korea Selatan, Jepang, dan beberapa negara mitra lainnya. Pada banyak kasus, jalur ini tidak menggunakan sistem kuota ketat yang sama dan dapat diajukan langsung oleh pelamar yang memenuhi syarat. Sementara itu, subclass 462 berlaku untuk negara-negara termasuk Indonesia, Tiongkok, India, Vietnam, dan beberapa negara lainnya. Jalur ini biasanya memiliki kuota tahunan, dan untuk beberapa negara, termasuk rencana Indonesia ke depan, prosesnya dapat menggunakan sistem ballot atau undian. Jadi, perluasan usia untuk Cyprus, Finlandia, Jerman, dan Korea Selatan merupakan bagian dari pengaturan bilateral khusus dalam skema subclass 417. Kebijakan ini tidak otomatis berlaku untuk negara-negara subclass 462, termasuk Indonesia. Tapi, Apakah Ini Bisa Terjadi untuk Indonesia? Nah, ini bagian yang menarik untuk dibahas. Meskipun kebijakan tersebut tidak otomatis berlaku untuk Indonesia, program Working Holiday Maker Australia memang terus berkembang dari waktu ke waktu. Department of Home Affairs juga telah membuka skema ballot untuk beberapa negara seperti Tiongkok, India, dan Vietnam pada periode 2026–2027, serta terus memperbarui perjanjian dengan negara mitra lainnya. Artinya, kebijakan WHM Australia bisa berubah melalui negosiasi bilateral antarnegara. Jadi, apakah mustahil jika suatu saat Indonesia mengajukan negosiasi serupa terkait batas usia? Tidak juga. Namun, sampai saat ini, belum ada pengumuman resmi yang menyatakan bahwa batas usia untuk pelamar Indonesia pada subclass 462 akan dinaikkan menjadi 35 tahun. Karena itu, kalau kamu melihat informasi yang beredar di media sosial tentang batas usia WHV Indonesia yang katanya sudah berubah, jangan langsung percaya. Pastikan dulu informasinya melalui situs resmi Department of Home Affairs Australia sebelum mengambil keputusan. Yang Lebih Realistis untuk Disiapkan Sekarang Daripada menunggu kebijakan usia yang belum pasti, ada dua hal yang jauh lebih nyata dan relevan untuk pelamar Indonesia saat ini. Pertama, sistem ballot WHV Indonesia yang sebelumnya sudah ramai dibahas. Sistem ini diarahkan agar proses seleksi menjadi lebih adil dan tidak lagi bergantung pada sistem rebutan Surat Dukungan atau SDUWHV seperti sebelumnya. Kedua, syarat sertifikasi bahasa Inggris yang tetap menjadi bagian penting dalam proses aplikasi Work and Holiday visa subclass 462. Pelamar tetap wajib menunjukkan kemampuan bahasa Inggris fungsional melalui tes yang diterima, seperti IELTS, PTE Academic, atau LanguageCert, sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Department of Home Affairs Australia. Dua hal ini jauh lebih penting untuk kamu siapkan sekarang dibanding hanya berharap batas usia berubah, apalagi kebijakan tersebut masih bersifat spekulatif dan belum diumumkan secara resmi untuk Indonesia. Jangan Sampai Salah Fokus Isu perluasan usia WHV memang menarik untuk diikuti. Namun, jangan sampai hal ini membuat kamu lengah dari hal-hal yang benar-benar bisa kamu kontrol saat ini: kesiapan dokumen dan skor bahasa Inggris. Ketika ballot Indonesia resmi dibuka dan namamu terpilih, kamu tentu tidak ingin kehilangan kesempatan hanya karena belum memiliki skor IELTS, PTE Academic, atau LanguageCert yang memenuhi syarat. Di Bansa, kami membantu kamu menyiapkan skor IELTS, PTE Academic, dan LanguageCert dengan simulasi tes yang realistis serta strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan WHV. Persiapan ini dirancang agar kamu lebih memahami format tes, mengetahui area yang perlu diperbaiki, dan lebih percaya diri sebelum mengambil tes resmi. Jadi, daripada menunggu perubahan kebijakan yang belum pasti, lebih baik mulai dari hal yang bisa kamu persiapkan hari ini. Karena ketika kesempatan itu datang, kamu sebaiknya sudah siap, bukan baru mulai belajar dari nol.

Suka artikel ini? Bagikan!

FacebookXWhatsAppTelegram