Ternyata Ini Arti Simbol Aneh di Kamus Bahasa Inggris

Pernahkah kamu membuka kamus bahasa Inggris karena penasaran dengan arti sebuah kata, lalu terpaku pada deretan simbol aneh di sebelahnya? Misalnya, kamu mencari kata thought dan menemukan sesuatu seperti /θɔːt/ tertulis di dalam garis miring. Kamu mungkin mengira itu typo, atau kode rahasia yang hanya dipahami penyusun kamus. Padahal, simbol-simbol itu bukan kesalahan cetak sama sekali.
Kenapa kamus perlu repot-repot memakai simbol seaneh itu? Jawabannya sederhana: karena ejaan bahasa Inggris tidak bisa dipercaya. Kata though dan tough sama-sama berakhiran -ough, tetapi bunyinya sama sekali berbeda, yakni /ðəʊ/ dan /tʌf/. Sebaliknya, bunyi yang sama bisa ditulis dengan huruf yang berlainan. Kalau kita hanya mengandalkan tulisan, menebak cara baca sebuah kata baru ibarat berjudi, dan yang namanya judi belum tentu menjanjikan kemenangan.
Maka dari itu, di sinilah International Phonetic Alphabet, atau IPA, berperan. Sistem ini memberi setiap bunyi bahasa satu simbol yang pasti, sehingga cara ucap sebuah kata tidak lagi bergantung pada ejaan dan penulisannya.
Apa Itu International Phonetic Alphabet (IPA)?Kalau kamu mendengar kata “IPA”, mungkin yang terlintas pertama kali adalah Ilmu Pengetahuan Alam di bangku sekolah. Bukan itu yang kita bahas. IPA di sini adalah singkatan dari International Phonetic Alphabet, yaitu seperangkat simbol standar yang dipakai ahli bahasa untuk menuliskan bunyi ujaran. Idenya sederhana: setiap simbol mewakili bunyi tertentu, dan maknanya sama di bahasa apa pun.
Bayangkan kata lead dalam bahasa Inggris. Tanpa konteks, kamu tidak tahu apakah itu dibaca seperti “lid” untuk arti memimpin atau seperti “led” untuk arti timbal. Dalam IPA, keraguan itu hilang: yang pertama ditulis /liːd/ dan yang kedua /lɛd/. Ejaannya sama, tetapi transkripsinya jelas berbeda. Huruf yang sama sering dibaca berbeda di tiap bahasa, dan kebiasaan membaca huruf dengan cara bahasa ibu sulit sekali dilepaskan. Perhatikan bahwa transkripsi IPA biasanya ditulis di dalam garis miring seperti /liːd/. Garis miring ini menandakan bahwa yang kamu baca adalah bunyi, bukan ejaan biasa.
Penutur bahasa Indonesia sebenarnya sudah akrab dengan masalah serupa tanpa menyadarinya. Huruf “e” dalam enak dan huruf “e” dalam sore dibaca dengan bunyi yang berbeda, padahal di tulisan keduanya hanya “e”. Dalam IPA, enak ditulis /ˈənaʔ/ dan sore ditulis /ˈsore/. Satu huruf, dua bunyi, dan IPA membedakannya dengan dua simbol berbeda, yaitu /ə/ dan /e/.
Lalu, kenapa IPA sepenting itu? Pertama, IPA membuatmu mengucapkan kata dengan benar sejak percobaan pertama. Kamu tidak perlu menebak-nebak dari ejaan, dan tidak perlu bergantung pada penutur asli yang sering kesulitan menjelaskan bunyi bahasanya sendiri. Kedua, IPA memungkinkan kamu melatih pelafalan sejak hari pertama belajar bahasa. Dengan melihat daftar simbolnya, kamu bisa langsung tahu bunyi mana yang belum ada di lidahmu dan perlu dilatih lebih keras. Ketiga, IPA melatihmu memahami cara kerja bunyi itu sendiri, yakni apa yang dilakukan bibir, lidah, dan pita suara saat kita berbicara. Bagi siapa pun yang ingin memakai bahasa Inggris secara profesional dan jangka panjang, pelafalan yang jelas dan akurat adalah modal yang sangat berharga.
Kabar baiknya, Untuk bahasa Inggris, kamu hanya perlu mengenal 44 bunyi: 20 vokal dan 24 konsonan. Semuanya dikelompokkan menjadi tiga golongan besar:
Monoftong adalah vokal tunggal yang bunyinya stabil dari awal sampai akhir, seperti /æ/ pada cat atau /ʌ/ pada cup.
Diftong adalah vokal ganda yang bunyinya “meluncur” dari satu posisi ke posisi lain, seperti /aɪ/ pada time atau /ɔɪ/ pada coin.
Konsonan adalah bunyi yang dihasilkan dengan menghambat aliran udara, seperti /p/ pada pen atau /s/ pada sand.
Memang terdengar banyak di awal, tetapi belajar IPA adalah investasi kecil dengan hasil besar. Setelah terbiasa, kamu tidak perlu lagi bertanya “ini dibaca apa ya?” setiap kali menemukan kata baru. Cukup lirik transkripsinya di kamus, dan kamu langsung tahu. Untuk mulai berlatih, kamu bisa membuka IPA Interactive Chart dari International Phonetic Association. Di sana kamu cukup mengeklik sebuah simbol untuk langsung mendengar bunyinya. Jangan panik melihat banyaknya simbol di chart tersebut, karena isinya mencakup bunyi dari seluruh bahasa di dunia dan kamu hanya perlu fokus pada simbol yang dipakai bahasa Inggris. Kalau kamu lebih suka belajar sambil melihat cara mulut bergerak, YouTube punya banyak tutorial, misalnya dengan mencari “44 English IPA sounds”. Mulailah dari beberapa simbol saja hari ini, dan lama-lama deretan “kode rahasia” di kamus itu akan terbaca semudah huruf biasa.
Di sana kamu cukup mengeklik sebuah simbol untuk langsung mendengar bunyinya. Jangan panik melihat banyaknya simbol di chart tersebut, karena isinya mencakup bunyi dari seluruh bahasa di dunia dan kamu hanya perlu fokus pada simbol yang dipakai bahasa Inggris. Kalau kamu lebih suka belajar sambil melihat cara mulut bergerak, YouTube punya banyak tutorial, misalnya dengan mencari “44 English IPA sounds”. Mulailah dari beberapa simbol saja hari ini, dan lama-lama deretan “kode rahasia” di kamus itu akan terbaca semudah huruf biasa.