Study Tips

Preparation English Test: Mending Belajar Sendiri atau Pakai Tutor?

Billa
31/8/2026
5 min read
Preparation English Test: Mending Belajar Sendiri atau Pakai Tutor?

Bagikan artikel ini

FacebookXWhatsAppTelegram

Sudah punya target English test, tapi masih bingung harus mulai preparation dari mana? Mau ikut tutor, takut ternyata nggak terlalu butuh. Mau belajar sendiri, tapi takut salah arah.


Akhirnya malah sibuk cari “tips IELTS”, “contoh soal TOEFL”, atau “cara dapat score sekian” di internet sampai lupa kapan mulai latihannya. 


Padahal, ketika kamu sudah tahu English test apa yang akan diambil, preparation sebenarnya bisa dimulai dari hal yang cukup sederhana: kenali test-nya, pahami formatnya, lalu latihan. Pertanyaannya tinggal satu: lebih enak latihan sendiri atau dengan tutor?


Kalau Mau Preparation Sendiri, Bisa Banget

Self-preparation sebenarnya bukan pilihan yang buruk.


Apalagi kalau kamu sudah cukup familiar dengan kemampuan English-mu dan tahu bagian mana yang perlu dilatih. Kamu bisa menentukan sendiri kapan mau latihan, berapa banyak soal yang mau dikerjakan, dan section mana yang ingin lebih difokuskan.

Misalnya hari ini mau fokus Reading. Besok Listening.

Lalu beberapa hari kemudian coba satu full mock test.

Fleksibel. Nggak perlu menyesuaikan jadwal dengan orang lain. Tapi ada satu hal yang sering jadi masalah: kita kadang nggak tahu sebenarnya sudah siap atau belum.


Sudah mengerjakan banyak soal, tapi belum pernah mencoba test dengan batas waktu sebenarnya. Sudah merasa Reading gampang, tapi ternyata sering kehabisan waktu. Sudah merasa Listening aman, tapi score mock test masih belum sesuai target.


Makanya, self-study tetap membutuhkan satu hal: evaluation.

Nah, Kalau Pakai Tutor?


Tutor bisa membantu kalau kamu merasa preparation sendirian terlalu membingungkan. Terutama kalau kamu belum tahu harus mulai dari section mana, kesulitan memahami tipe soal tertentu, atau membutuhkan feedback untuk mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki.


Kamu bisa mendapatkan arahan yang lebih terstruktur dan punya seseorang yang membantu mengevaluasi preparation-mu. 


Tapi bukan berarti setelah ikut tutor kamu nggak perlu latihan sendiri. Justru setelah sesi selesai, kamu tetap perlu practice.

Karena menghadapi English test bukan cuma soal mendengarkan penjelasan. Kamu harus terbiasa mengerjakan soal dalam format test yang sebenarnya.


Yang Sering Dilupakan: Familiar dengan Test-nya


Bayangkan kamu sudah punya kemampuan English yang cukup baik. Tapi ketika test dimulai, kamu masih bingung dengan format soalnya. Atau terlalu lama mengerjakan satu bagian sampai waktu habis. Atau belum pernah mencoba mengerjakan full test dari awal sampai akhir.


Kemampuan English-mu mungkin sudah cukup. Tapi test-taking skill-nya belum tentu. Itulah kenapa preparation penting. Tujuannya bukan sekadar membuat kamu “lebih pintar bahasa Inggris”, tetapi membuat kamu lebih siap menghadapi test yang akan kamu ambil.


Dan salah satu cara paling sederhana untuk melakukannya adalah: practice → evaluate → improve → repeat.

Mock Test Itu Bukan Cuma Buat Coba-Coba


Kalau kamu belum pernah melakukan mock test, mungkin kamu akan berpikir: “Nanti aja deh, kan belum mau test.”

Justru sebaliknya.


Mock test bisa dilakukan sebelum kamu merasa siap.

Karena hasilnya bisa menjadi semacam checkpoint.

Kamu bisa melihat:

  • bagian mana yang masih sering salah,
  • bagaimana kemampuanmu di setiap section,
  • apakah kamu bisa menyelesaikan soal dalam waktu yang tersedia,
  • dan seberapa dekat kemampuanmu dengan target score.


Jadi daripada menebak-nebak: “Kayaknya aku sudah siap deh.” lebih baik punya data yang bisa menunjukkan: “Oh, ternyata Listening-ku sudah cukup, tapi Reading masih perlu banyak latihan.”

Terus, Harus Tutor atau Aplikasi?


Kenapa harus pilih salah satu? Tutor bisa membantu memberikan arahan. Tapi di luar sesi tutor, kamu tetap bisa latihan sendiri.


Dan di sinilah aplikasi preparation bisa membantu. Melalui ALFA dan LUME, kamu bisa menggunakan berbagai latihan soal dan simulasi/mock test untuk membiasakan diri dengan English test yang akan dihadapi. Jadi ketika punya waktu kosong, kamu nggak perlu selalu menunggu jadwal kelas untuk latihan.


Mau mengerjakan beberapa soal? Bisa. Mau latihan section tertentu? Bisa. Mau mencoba simulasi dan melihat seberapa siap dirimu? Coba mock test.


Karena semakin sering kamu berlatih dalam format yang mirip dengan test sebenarnya, semakin familiar kamu dengan apa yang akan dihadapi nanti.

Jadi, Mana yang Lebih Baik?


Jawabannya sebenarnya kembali ke kamu. Kalau kamu sudah tahu cara preparation dan nyaman belajar sendiri, self-preparation bisa jadi pilihan. Kalau kamu membutuhkan arahan dan feedback, tutor bisa membantu.


Kalau kamu ingin memperbanyak latihan dan simulasi di luar sesi belajar, aplikasi bisa menjadi tambahan yang praktis.

Bahkan kamu bisa menggunakan ketiganya. Tutor untuk guidance. Aplikasi untuk practice. Mock test untuk evaluation.


Karena tujuan akhirnya bukan soal kamu preparation dengan cara apa. Yang penting adalah ketika hari test datang, kamu nggak lagi bertanya: “Kira-kira aku siap nggak ya?” Tapi kamu sudah punya pengalaman mengerjakan test sebelumnya dan tahu bagian mana yang masih perlu diperbaiki.

Ready to Test Yourself?


Kalau kamu sedang mempersiapkan LanguageCertIELTS, TOEFL, PTE, atau English test lainnya, jangan cuma belajar tentang test-nya. 


Coba test-nya juga.


Kamu bisa mengakses berbagai latihan soal dan mock test melalui ALFA dan LUME dari BANSA. Untuk informasi mengenai akses aplikasi, pilihan latihan, atau paket yang tersedia, langsung hubungi BANSA Customer Support melalui nomor yang tersedia.


Karena preparation yang baik bukan cuma tentang merasa siap. It’s about knowing where you stand before the real test.

Suka artikel ini? Bagikan!

FacebookXWhatsAppTelegram