Bagaimana Saya Bisa Jatuh Cinta pada Bahasa Inggris?

Di Indonesia, bahasa Inggris banyak dipelajari dan sering dianggap sebagai salah satu bahasa penting untuk dikuasai. Banyak orang tua bahkan mulai memperkenalkan bahasa Inggris kepada anak-anak sejak usia dini.
Seiring waktu, akses terhadap bahasa Inggris juga semakin mudah.
Kita bisa belajar melalui kelas, video YouTube, podcast, film, media sosial, atau bahkan hanya melalui smartphone yang hampir selalu berada di tangan kita.
Namun, memiliki akses terhadap bahasa Inggris tidak selalu berarti kita akan langsung menyukainya.
Lalu, bagaimana seseorang bisa mulai menyukai, bahkan jatuh cinta, pada sebuah bahasa?
Bagi saya, semuanya berawal dari rasa penasaran.
Dan menariknya, rasa penasaran itu justru muncul dari sebuah film dan video game.
Ketika Bahasa Inggris Mulai Menarik Perhatian SayaMari kita kembali ke tahun 2000.
Saat itu, PlayStation sedang booming. Internet mulai semakin populer. Budaya Barat semakin mudah ditemukan, dan teknologi perlahan mulai masuk ke kehidupan masyarakat.
Saya lahir di sebuah kota yang sangat kecil dan jauh dari ibu kota. Karena itu, berbagai tren tersebut biasanya datang sedikit lebih lambat ke daerah saya.
Pada masa itu, kami sering menonton film menggunakan VCD.
Suatu hari, kami sedang menonton sebuah film. Namun, ada satu masalah.
Ukuran subtitle-nya terlalu kecil.
Ibu saya kemudian mengatakan sesuatu seperti:
“Kalau saja ada orang yang bisa memberi tahu dialognya tentang apa.”
Kalimat sederhana itu ternyata terus teringat di kepala saya.
Saya mulai berpikir.
Bagaimana kalau saya bisa memahami apa yang sebenarnya dikatakan oleh karakter-karakter dalam film tersebut?
Tidak lama setelah itu, seorang teman mengajak saya bermain PlayStation di tempat rental.
Kami bermain game Spider-Man, dan ada sesuatu yang menarik perhatian saya.
Bukan hanya gamenya.
Saya tertarik dengan cara Peter Parker berbicara.
Bahasa Inggris yang digunakannya terdengar keren bagi saya.
Saya bahkan sempat berpikir:
“Kalau saya bisa bicara seperti orang ini, saya pasti terlihat keren.”
Sekarang mungkin terdengar lucu.
Namun, pemikiran sederhana itulah yang kemudian menjadi awal perjalanan saya belajar bahasa Inggris.
Proses grinding pun dimulai.
Dari Rasa Penasaran Menjadi Tujuan yang SeriusPada saat itu, orang tua saya bekerja sebagai pegawai negeri sipil. Sesekali mereka pergi ke ibu kota untuk urusan pekerjaan.
Setiap kali mereka pergi, saya selalu meminta dibawakan buku-buku berbahasa Inggris.
Bahkan, saya juga sering meminta kamus bahasa Inggris.
Saya memiliki beberapa sepupu yang lebih tua di Pontianak. Mereka kemudian membantu orang tua saya mencari buku dan kamus yang sesuai untuk saya.
Awalnya, saya hanya penasaran.
Namun, lama-kelamaan saya mulai mengatakan kepada orang tua bahwa saya ingin belajar bahasa Inggris dengan lebih serius.
Mereka pun mendukung saya dengan mencarikan seorang guru bahasa Inggris.
Menariknya, guru tersebut ternyata adalah teman dari tante saya.
Sejak kelas 8 hingga kelas 9, saya cukup fokus mempelajari vocabulary dan mengikuti berbagai kelas bahasa Inggris yang tersedia.
Guru saya adalah orang yang baik dan sangat mendukung proses belajar saya.
Namun, beliau tidak bisa terus mengajar kelas tambahan setelah sekolah karena keterbatasan kondisi. Akhirnya, kursus tersebut ditutup.
Saya pun harus pindah ke tempat kursus lain.
Dan saya terus belajar.
Bertemu Guru-Guru yang Mengubah Cara Saya BelajarKetika masuk SMA, sesuatu yang menarik mulai terjadi.
Selama tiga tahun, saya dikenal sebagai siswa yang memiliki “good English”.
Saya sering membantu teman-teman ketika belajar bersama. Di saat yang sama, saya juga masih mengikuti kursus bahasa Inggris di luar sekolah.
Salah satu guru saya berasal dari Pontianak.
Ia memiliki gaya mengajar yang berbeda dan pendekatan yang membuat saya semakin termotivasi untuk belajar.
Kemudian, ketika SMA, saya bertemu lagi dengan seorang guru bahasa Inggris yang memberikan pengaruh besar terhadap perjalanan saya.
Beliau adalah orang Batak yang sangat straightforward dan tegas.
Saya menyukai kepribadiannya.
Beliau adalah sosok yang genuine dan selalu mendorong saya sampai batas kemampuan saya.
Setiap guru yang saya temui memberikan sesuatu yang berbeda.
Ada yang memberikan pengetahuan.
Ada yang memberikan kepercayaan diri.
Ada juga yang menantang saya untuk menjadi lebih baik.
Semua itu menjadi bagian dari perjalanan saya.
Bahasa Inggris Menjadi Lebih dari Sekadar Mata PelajaranPada akhirnya, saya mendapatkan nilai 9 untuk mata pelajaran bahasa Inggris dalam Ujian Nasional.
Hasil tersebut semakin membuat saya percaya diri.
Saat itu, saya sudah meyakinkan diri bahwa bahasa Inggris adalah sesuatu yang ingin terus saya pelajari.
Karena itu, ketika tiba waktunya memilih jurusan kuliah, saya memutuskan untuk mengambil jurusan bahasa Inggris.
Kalau melihat ke belakang, keputusan tersebut sebenarnya bukan hasil dari perencanaan karier yang sangat matang.
Keputusan itu terbentuk dari rasa penasaran, latihan, dukungan, dan berbagai pengalaman kecil yang secara perlahan mengubah cara saya memandang bahasa Inggris.
Sebuah film.
Sebuah video game.
Satu kalimat sederhana dari ibu.
Beberapa buku bahasa Inggris.
Sebuah kamus.
Beberapa guru.
Dan tentu saja, ribuan jam latihan.
Semua hal kecil tersebut akhirnya membawa saya sampai ke tempat saya berada sekarang.
Kamu Tidak Harus Menjadi yang TerbaikSetelah bertahun-tahun belajar dan mengajar bahasa Inggris, saya menyadari satu hal penting.
Akan selalu ada orang yang lebih baik daripada saya.
Ada orang yang memiliki kemampuan bahasa Inggris lebih tinggi, pengetahuan lebih luas, pengalaman lebih banyak, dan mungkin metode mengajar yang lebih baik.
Dan itu tidak masalah.
Saya percaya bahwa ketika saya tidak bisa bersaing dengan seseorang hanya berdasarkan kemampuan mereka, saya harus memiliki karakteristik saya sendiri.
Saya harus menemukan sesuatu yang membuat pendekatan saya berbeda.
Saya harus membangun identitas dan reputasi saya berdasarkan karakteristik tersebut.
Bagi saya, belajar bahasa Inggris bukan tentang menjadi orang yang mengetahui segalanya.
Belajar bahasa Inggris adalah tentang terus berkembang sambil menemukan cara saya sendiri untuk menggunakan apa yang telah saya pelajari.
Jadi, Bagaimana Cara Jatuh Cinta pada Bahasa Inggris?Mungkin tidak ada satu formula yang berlaku untuk semua orang.
Seseorang mungkin jatuh cinta pada bahasa Inggris karena sebuah lagu.
Mungkin semuanya dimulai dari sebuah film yang ingin dipahami tanpa subtitle.
Mungkin kamu menemukan YouTuber, game, buku, atau seseorang yang cara berbicara bahasa Inggrisnya membuatmu tertarik.
Atau mungkin kamu hanya ingin bisa berkomunikasi dengan seseorang dari belahan dunia lain.
Yang paling penting adalah menemukan sesuatu yang membuat kamu ingin memahami lebih banyak.
Karena ketika rasa penasaran mulai muncul, proses belajar akan terasa berbeda.
Kamu tidak lagi belajar bahasa Inggris hanya karena seseorang menyuruhmu.
Kamu mulai belajar karena kamu ingin tahu.
Dan terkadang, dari situlah perjalanan yang sebenarnya dimulai.