Resources
Nggak Cuma LPDP: 6 Beasiswa yang Bisa Bawa Kamu Kuliah ke Eropa
Billa
3/8/2026
•5 min read

Kalau ngomongin kuliah ke luar negeri dengan beasiswa, LPDP mungkin jadi salah satu nama pertama yang muncul di kepala.
Wajar. LPDP memang menjadi salah satu pilihan populer bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.
Tapi, kalau selama ini kamu mengira kuliah ke Eropa harus lewat LPDP, think again.
Ada banyak program lain yang mungkin belum terlalu sering muncul di timeline kamu. Beberapa bahkan bisa dibilang hidden gems karena nggak se-mainstream nama-nama beasiswa yang biasanya kita dengar.
1. Stipendium Hungaricum — Hungaria
Kalau kamu selama ini menganggap pilihan kuliah di Eropa cuma berkisar di Inggris, Jerman, atau Belanda, mungkin Hungaria perlu masuk radar.
Melalui Stipendium Hungaricum, pemerintah Hungaria membuka kesempatan bagi mahasiswa internasional untuk melanjutkan studi di berbagai jenjang dan bidang. Untuk pelamar Indonesia, program ini tersedia mulai dari S1 hingga S3, tergantung pilihan program yang tersedia.
Yang menarik, pilihan studinya cukup luas. Jadi, jangan langsung skip hanya karena Hungaria bukan negara yang pertama kali muncul di pikiranmu ketika membayangkan kuliah di Eropa.
Sometimes, the less obvious destination can be the one worth exploring.
2. ALiSEO Scholarship — Italia
Italy, but make it scholarship hunting.
Kalau University of Genoa sudah masuk daftar kampus incaranmu, jangan cuma fokus mencari program studinya. Ada juga ALiSEO Scholarship, salah satu bentuk dukungan pendidikan regional di Liguria yang bisa menjadi opsi pendanaan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan.
Yang menarik dari ALiSEO adalah sumber pendanaannya. Ini bukan sekadar contoh scholarship dari pemerintah pusat, tetapi menunjukkan bahwa kesempatan pendanaan juga bisa datang dari level regional.
Jadi, saat mencari beasiswa, jangan hanya mengetik “Italian Government Scholarship” di mesin pencarian. Kadang, peluang yang lebih spesifik justru tersembunyi di level wilayah atau institusi.
3. Danish Government Scholarship — Denmark
Plot twist: nggak semua scholarship harus kamu daftar sebagai aplikasi terpisah.
Di Denmark, beberapa universitas menyediakan Danish Government Scholarship sebagai bagian dari proses penerimaan mahasiswa internasional. Artinya, tergantung universitas dan programnya, proses scholarship bisa berjalan beriringan dengan admission.
Ini penting banget untuk diketahui karena scholarship hunting sering kali membuat kita berpikir bahwa setiap pendanaan punya formulir aplikasi sendiri.
Jadi kalau Denmark ada dalam daftar tujuanmu, jangan hanya mencari “scholarship in Denmark”. Cek juga halaman funding atau scholarship dari universitas yang ingin kamu tuju.
4. Swedish Institute Scholarship for Global Professionals — Swedia
What if your work experience could take you back to the classroom?
Buat kamu yang sudah bekerja dan ingin melanjutkan master's di Swedia, Swedish Institute Scholarship for Global Professionals layak untuk diperhatikan.
Program ini bukan hanya melihat pencapaian akademik. Pengalaman profesional dan leadership juga menjadi bagian penting dari profil kandidat.
Jadi, pengalaman kerja yang selama ini kamu pikir cuma bagian dari perjalanan karier ternyata bisa menjadi salah satu modal ketika kamu ingin kembali ke dunia akademik.
Kalau kamu sudah punya pengalaman profesional dan sedang mempertimbangkan master's di Swedia, this one might be worth a closer look.
5. France Excellence Eiffel Scholarship — Prancis
Ada yang sudah punya France era di Pinterest board-nya?
Kalau iya, mungkin sekarang waktunya memasukkan France Excellence Eiffel Scholarship ke dalam daftar pencarian.
Program ini ditujukan bagi mahasiswa internasional berprestasi yang ingin melanjutkan studi master's atau PhD di institusi pendidikan tinggi Prancis.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah mekanisme aplikasinya. Kandidat tidak sekadar mengajukan Eiffel secara mandiri, karena institusi pendidikan tinggi Prancis berperan dalam proses nominasi.
Jadi, kalau Prancis memang menjadi target, mencari program studi dan kampus yang sesuai perlu dilakukan bersamaan dengan mencari scholarship-nya.
6. KU Leuven ASEAN Scholarship — Belgia
Okay, Southeast Asians, this one's for you.
Kalau kamu berasal dari negara ASEAN dan punya mimpi melanjutkan master's di Belgia, KU Leuven ASEAN Scholarship bisa jadi salah satu program yang perlu kamu cek.
Program ini ditujukan bagi mahasiswa dari negara-negara ASEAN yang ingin mengambil master's atau advanced master's degree di KU Leuven.
Dan buat kamu yang mungkin bertanya, “Indonesia termasuk nggak?”
Yes. Indonesia is part of ASEAN.
Jadi, kalau KU Leuven ada dalam daftar kampus incaranmu, scholarship ini bukan sekadar informasi menarik untuk disimpan di bookmark. Ini bisa menjadi salah satu opsi pendanaan yang memang relevan untuk kamu eksplorasi.
Kalau ada satu hal yang bisa dipelajari dari 6 scholarship di atas, mungkin jawabannya sederhana:
Scholarship hunting is not just about knowing the biggest names. It's about knowing where to look.
Ada scholarship yang berasal dari pemerintah. Ada yang datang dari institusi pendidikan. Ada yang dikelola secara regional. Ada pula yang mempertimbangkan pengalaman profesional, bukan hanya nilai akademik.
Jadi, kalau selama ini pencarianmu berhenti di LPDP, mungkin sekarang waktunya memperluas radar.
Karena LPDP bukan satu-satunya jalan ke Eropa. Dan tujuh scholarship ini juga bukan akhir dari pencarianmu.
Kalau kamu ingin menemukan lebih banyak peluang, kamu bisa eksplorasi berbagai scholarship lainnya melalui website BANSA Foundation.
Kamu bisa mencari berdasarkan negara tujuan, jenjang pendidikan, tipe pendanaan, hingga status pendaftaran.
Who knows? The scholarship you've been looking for might be one search away.