PTE Badge: Cerita Perjalanan Saya sebagai Tutor PTE di BANSA Foundation

Halo semuanya. Nama saya Denny Saputra.
Saya sudah mengajar bahasa Inggris selama 15 tahun. Namun, perjalanan saya sebagai tutor persiapan Pearson Test of English, atau PTE, di BANSA Foundation baru dimulai sekitar satu tahun terakhir.
Selama proses ini, saya bukan hanya mengajar. Saya juga terus belajar.
Saya mengikuti webinar, mempelajari format tes PTE, berlatih dengan contoh soal, dan terus memperdalam pemahaman saya agar bisa membantu siswa mempersiapkan diri dengan lebih baik.
Di BANSA Foundation, siswa PTE yang saya ajar biasanya berada dalam kelas kecil berisi sekitar tiga sampai enam orang. Sesekali, saya juga mengajar kelas one-on-one.
Sebagian besar siswa PTE saya sedang mempersiapkan diri untuk kebutuhan Working Holiday Visa, atau WHV, ke Australia. Sebagian lainnya mempersiapkan PTE untuk kebutuhan Student Visa. Untuk kebutuhan WHV, siswa biasanya perlu mencapai skor overall minimal 24 dalam PTE.
Banyak dari mereka memulai dari level CEFR A1 sampai A2, dengan sebagian kecil berada di level B1. Salah satu tantangan terbesar dalam mengajar mereka adalah membantu mereka belajar secara konsisten, sementara di sisi lain mereka juga bekerja, menjalankan usaha kecil, atau mempersiapkan rencana masa depan masing-masing.
Karena pelamar WHV umumnya merupakan lulusan sarjana atau setidaknya sedang menempuh pendidikan di tingkat bachelor, banyak dari mereka memiliki aktivitas harian yang cukup padat. Ada yang bekerja full-time, ada yang mengelola usaha sampingan, dan ada juga yang sedang menunggu batch WHV berikutnya sambil mempersiapkan skor bahasa Inggris.
Melihat kebutuhan kelas PTE yang semakin meningkat, saya merasa perlu untuk meningkatkan kapasitas dan memperkuat profil saya sebagai tutor.
Dari situ, saya mulai mencari program pelatihan resmi dari Pearson.
Pada Mei 2026, melalui PTE Accelerator, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti PTE Badging Program yang dilaksanakan pada 20 dan 27 Juni 2026.
Selama program tersebut, saya bertemu dengan banyak tutor luar biasa yang membagikan pengalaman, strategi mengajar, dan insight mereka dalam mempersiapkan siswa menghadapi PTE. Bagi saya, ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk belajar, bukan hanya dari materi program, tetapi juga dari sesama pendidik yang sedang menjalani proses pengembangan profesional yang sama.
Setelah dua sesi pertemuan tersebut, program dilanjutkan dengan Exit Task.
Dalam Exit Task, kami diminta untuk membuat teaching demo bersama siswa dan menerapkan lesson plan dalam situasi kelas nyata.
Dalam proses pembuatan video, saya dibantu oleh tim Multimedia Division BANSA Foundation. Mereka membantu merekam kelas saya, termasuk aktivitas mengajar, interaksi dengan siswa, dan proses penyampaian materi.
Setelah video selesai, saya mengirimkan hasilnya dan menunggu pengumuman. Hasilnya dijadwalkan keluar pada 27 Agustus 2026.
Ketika hari itu tiba, saya menerima email yang menyatakan bahwa saya eligible untuk mendapatkan badge.
Saya sangat senang.
Bagi saya, badge ini bukan hanya sertifikat atau pengakuan profesional. Badge ini menjadi pengingat bahwa proses belajar tidak boleh berhenti, bahkan bagi seseorang yang sudah mengajar selama bertahun-tahun.
Pengakuan dari Pearson sebagai tutor yang qualified memberikan saya kepercayaan diri lebih untuk terus mengajar persiapan PTE dan membantu siswa mencapai tujuan studi, visa, maupun karier mereka.
Pengalaman ini mengingatkan saya bahwa guru juga harus terus menjadi pembelajar seumur hidup.
Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berkembang, terus belajar, dan terus memberikan dukungan terbaik bagi siswa-siswa saya di BANSA Foundation.