Mengapa Ada Banyak Perbedaan antara British dan American English?

Pernahkah kamu bingung ketika menemukan dua kata bahasa Inggris yang berbeda, tetapi ternyata memiliki makna yang sama?
Misalnya, kamu sudah mengenal kata flat, lalu menemukan bahwa penutur American English lebih sering menggunakan apartment.
Atau mungkin kamu pernah bertanya-tanya, mana ejaan yang benar: color atau colour?
Jawabannya ternyata cukup menarik:
Keduanya bisa benar.
Lalu, kenapa hal seperti ini bisa terjadi?
Bahasa Inggris telah menjadi bahasa global yang digunakan di berbagai belahan dunia. Seiring penyebarannya, bahasa Inggris berkembang menjadi berbagai variasi yang dipengaruhi oleh sejarah, geografis, budaya, dan interaksi dengan bahasa lain.
Dari sekian banyak variasi tersebut, salah satu perbedaan yang paling sering kita temui adalah antara British English dan American English.
Namun, bagaimana sebenarnya kedua variasi ini bisa berkembang menjadi berbeda?
Semuanya Berawal dari SejarahPerbedaan antara British dan American English tidak muncul begitu saja.
Ada sejarah panjang di baliknya, yang bermula ketika orang-orang Inggris menyeberangi Samudra Atlantik dan mulai bermukim di Amerika Utara.
Ketika bahasa Inggris mulai berkembang di lingkungan yang baru, bahasa tersebut secara alami ikut mengalami perubahan.
Para pemukim di Amerika berinteraksi dengan penduduk pribumi serta imigran dari Prancis, Spanyol, Belanda, dan berbagai wilayah Eropa lainnya.
Akibatnya, kata-kata dan ekspresi dari berbagai bahasa mulai masuk ke dalam komunikasi sehari-hari.
Sementara itu, bahasa Inggris di Inggris terus berkembang dalam lingkungan sosial dan budaya yang berbeda.
Selama beberapa generasi, kedua variasi tersebut mulai memiliki karakteristik masing-masing.
Inilah yang kemudian kita kenal sebagai British English dan American English.
Meskipun memiliki sejumlah perbedaan, penutur kedua variasi ini pada umumnya tetap dapat saling memahami. Namun, terdapat perbedaan yang cukup terlihat dalam vocabulary, spelling, pronunciation, dan beberapa pola grammar.
Noah Webster dan Perkembangan American EnglishSalah satu tokoh yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan American English adalah Noah Webster.
Kisahnya bermula setelah American Revolutionary War.
Amerika Serikat memang sudah memperoleh kemerdekaan secara politik dari Inggris, tetapi pengaruh Inggris masih kuat dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan dan bahasa.
Sekolah-sekolah di Amerika masih banyak menggunakan buku dan standar bahasa yang berasal dari Inggris.
Webster, yang merupakan seorang guru dan penulis, berpendapat bahwa kemerdekaan Amerika seharusnya tidak hanya berlaku dalam bidang politik.
Menurutnya, sebuah negara yang baru merdeka juga perlu memiliki standar bahasa sendiri dan tidak terus bergantung pada standar bahasa dari Inggris.
Webster kemudian mewujudkan gagasan tersebut melalui berbagai karyanya.
Salah satu yang paling berpengaruh adalah buku ejaan dan membaca yang dikenal sebagai Blue-Backed Speller, yang mendapatkan julukan tersebut karena sampulnya yang berwarna biru.
Buku tersebut digunakan di sekolah-sekolah Amerika selama puluhan tahun dan diajarkan kepada jutaan anak.
Kemudian, pada tahun 1828, Webster menerbitkan karya besarnya:
An American Dictionary of the English Language.
Kamus tersebut mencatat vocabulary yang berkembang di Amerika, termasuk kata dan penggunaan yang tidak umum ditemukan di Inggris.
Karya Webster kemudian berperan penting dalam membentuk berbagai konvensi ejaan khas American English dan turut berkontribusi pada tradisi kamus yang kemudian dikenal melalui Merriam-Webster.
Kenapa Bunyi “R” Bisa Berbeda?Salah satu perbedaan yang paling mudah dikenali antara British dan American English terdapat pada pronunciation, khususnya pengucapan huruf r.
Pada awalnya, penutur bahasa Inggris di Inggris maupun Amerika mengucapkan bunyi r dengan jelas, termasuk ketika huruf tersebut berada di akhir kata.
Jenis pengucapan ini dikenal sebagai rhotic pronunciation.
Namun, seiring waktu, pola pengucapan di beberapa wilayah Inggris mulai berubah.
Di kalangan kelas atas di London dan Inggris bagian selatan, bunyi r mulai tidak diucapkan dengan jelas pada posisi tertentu.
Gaya bicara ini kemudian dikaitkan dengan status sosial.
Karena dianggap bergengsi, cara pengucapan tersebut semakin menyebar dan akhirnya berhubungan dengan standar pengucapan yang dikenal sebagai Received Pronunciation, atau RP.
Di Amerika Serikat, perubahan sosial semacam itu tidak berkembang dengan pengaruh yang sama kuat. Akibatnya, pengucapan r tetap digunakan secara luas oleh penutur American English.
Inilah salah satu alasan mengapa kata seperti car dan water dapat terdengar cukup berbeda ketika diucapkan dengan aksen Amerika dan Inggris.
Dalam American English, bunyi r umumnya tetap terdengar jelas.
Sementara itu, dalam banyak British accents, khususnya variasi non-rhotic, bunyi r di akhir kata dapat tidak diucapkan dengan cara yang sama.
Kenapa “Color” Berbeda dengan “Colour”?Noah Webster juga menginginkan ejaan bahasa Inggris yang lebih sederhana dan, jika memungkinkan, lebih dekat dengan cara kata tersebut diucapkan.
Karena itu, ia mendorong beberapa perubahan ejaan yang kemudian menjadi ciri khas American English.
Misalnya:
- colour → color
- centre → center
- defence → defense
- draught → draft
Namun, tidak semua perubahan yang diusulkan Webster akhirnya diterima.
Beberapa usulannya yang lebih ekstrem, seperti tung sebagai pengganti tongue, tidak pernah menjadi populer.
Meskipun demikian, buku-buku ejaan Webster digunakan secara luas di sekolah-sekolah Amerika.
Karena generasi demi generasi mempelajari konvensi tersebut, perbedaan ejaan itu akhirnya menjadi bagian dari American English.
Perbedaan ini bukan hanya mengenai kepraktisan atau penyederhanaan.
Ejaan juga kemudian menjadi bagian dari identitas linguistik Amerika.
Bagi sebuah negara yang baru merdeka, memiliki konvensi bahasa sendiri menjadi salah satu cara untuk menunjukkan identitas dan membedakan diri dari Inggris.
Maknanya Sama, Katanya BerbedaPerbedaan antara British dan American English tidak hanya terlihat dari spelling.
Ada juga banyak vocabulary sehari-hari yang berbeda meskipun merujuk pada hal yang sama.
Contohnya:
British English: flat
American English: apartmentBritish English: lorry
American English: truckBritish English: boot
American English: trunkBritish English: biscuit
American English: cookieBritish English: holiday
American English: vacation
Jadi, ketika seseorang di Inggris mengatakan:
“I left my bag in the boot.”
Mereka sedang membicarakan bagian penyimpanan barang pada mobil.
Sementara penutur American English biasanya akan mengatakan:
“I left my bag in the trunk.”
Yang perlu diingat adalah bahwa salah satunya tidak otomatis lebih benar.
Keduanya merupakan bagian dari variasi bahasa Inggris yang berbeda.
-ise atau -ize?Perbedaan lainnya dapat ditemukan pada akhiran kata.
British English umumnya menggunakan -ise pada kata seperti:
- organise
- recognise
- realise
Sementara American English umumnya menggunakan -ize:
- organize
- recognize
- realize
Ada juga pola perbedaan ejaan lainnya.
Misalnya:
-our → -or
- colour → color
- favour → favor
Dan:
-re → -er
- centre → center
- theatre → theater
Perbedaan seperti ini terkadang membingungkan English learners, terutama ketika mereka menemukan kedua bentuk tersebut dalam buku, website, materi akademik, atau komunikasi internasional.
Jadi, Mana yang Benar?Mungkin ini pertanyaan yang akhirnya muncul di benak banyak pembelajar bahasa Inggris:
Apakah British English lebih baik daripada American English?
Atau:
Apakah American English lebih benar?
Jawabannya: tidak ada yang lebih superior.
British English dan American English sama-sama merupakan variasi bahasa Inggris yang telah berkembang melalui pengaruh sejarah, geografis, budaya, dan linguistik yang berbeda.
Bagi English learners, tujuan utamanya bukan menentukan variasi mana yang “paling benar”.
Yang lebih penting adalah memahami variasi mana yang sedang digunakan dan konsisten dengannya.
Jika kamu memilih British English, biasakan diri dengan spelling, vocabulary, dan pronunciation yang digunakan dalam variasi tersebut.
Jika kamu menggunakan American English, lakukan hal yang sama dengan konvensinya.
Misalnya, ketika menulis secara formal, usahakan tidak mencampurkan colour dan color, atau centre dan center, secara acak dalam satu tulisan.
Konsistensi akan membuat tulisan bahasa Inggrismu lebih jelas dan profesional.
Dua Cabang dari Pohon yang SamaPerbedaan antara British dan American English merupakan hasil dari perjalanan bahasa yang panjang.
Jarak geografis, interaksi dengan bahasa lain, perubahan pronunciation, pengaruh sosial di Inggris, serta perkembangan identitas nasional Amerika semuanya ikut membentuk bagaimana kedua variasi ini berkembang.
Saat ini, British English dan American English mungkin terlihat dan terdengar berbeda dalam beberapa situasi. Namun, keduanya tetap memiliki hubungan yang sangat dekat.
Keduanya bukan sekadar versi bahasa Inggris yang “benar” dan “salah”.
Mereka adalah dua cabang dari pohon bahasa yang sama, yang tumbuh ke arah berbeda.
Jadi, lain kali kamu menemukan color dan bukan colour, apartment dan bukan flat, atau truck dan bukan lorry, kamu tidak perlu langsung bingung mana yang benar.
Mungkin kamu hanya sedang melihat dua wajah berbeda dari bahasa global yang sama.