Writing English: Rhymes and How to Use It

Tempo hari, saya mendengarkan lagu NIKI berjudul Magnets. Lagu-lagu NIKI selalu menjadi objek studi Bahasa Inggris yang seru karena rima dalam lirik yang ia tulis selalu mengalir rapi dari kata ke kata. Perhatikan:
I wanna be an itch you can't scratch
I don't need to know where you're at
You put on a show when there's nothin' else to say
I only know 'cause I'm the same way
Rima atau rhymes adalah meletakkan kata-kata dengan akhiran yang mirip dalam urutan yang berulang. Pada potongan lirik tersebut, kita bisa melihat itch dan scratch yang berima di baris yang sama, know dan show di pertengahan dua baris yang berbeda, serta say dan way di dua baris terakhir.
Rima membuat lagu, puisi, pantun, dan bahkan tulisan pada umumnya terasa indah saat dibaca dan didengar. Memahami bagaimana rhymes bekerja dalam Bahasa Inggris akan membantu penulisan kita menjadi lebih berkarakter dan tentunya membantu kita mengekspresikan diri melalui tulisan.
Bagaimana Rhyme Bekerja?Rhyme adalah konsep yang juga ada dalam Bahasa Indonesia. Pantun-pantun yang biasa dilemparkan dalam kehidupan sehari-hari kita, mulai dari pembukaan kikuk dari pejabat daerah hingga budayawan yang adu sajak di prosesi pernikahan, rhyme atau rima bukanlah konsep yang asing. Perhatikan:
Ikan sepat ikan gabus
Semakin cepat semakin bagus
Sepat - gabus dan cepat - bagus berada di ruang yang paralel sehingga menciptakan bunyi yang indah saat disuarakan. Konsep rhymes adalah meletakkan kata dengan bunyi akhiran yang mirip di ruang yang paralel. Sederhananya, kita melakukan pengulangan terhadap bunyi tersebut.
Namun, faktor kunci yang sering kali luput, terutama dalam menulis rhymes berbahasa Inggris, adalah bahwa yang kita ulang adalah bunyi dan bukan huruf. Perhatikan:
My sails has lost its force
I no longer can plot my course
Turn tails and run I cannot, though
Spurned and hated, I still row
Force dan course, walaupun secara tertulis mengandung huruf akhir yang berbeda, yakni -orce dan -urse, jika disuarakan keduanya memiliki bunyi yang sama. Begitu pula though dan row, meskipun -ugh dan -ow adalah huruf yang berbeda, bunyinya sama.
Rhyme bekerja dengan menyelaraskan bunyi yang berulang, bukan menyelaraskan huruf yang berulang.
Mengapa Rhyme Penting?Rhyme paling sering kita temukan dalam tulisan-tulisan yang sifatnya poetry atau puisi, namun tak jarang juga kita temukan dalam tulisan yang sifatnya prosa. Namun, bukan berarti rhyme bukan sesuatu yang bisa kita gunakan untuk kepentingan lain.
Bayangkan Anda sedang menulis Google review untuk restoran yang baru saja dikunjungi. Alih-alih mendeskripsikan pengalaman dengan menulis poin-poin saja, kita bisa menulis dengan sajak yang berima.
Waiters are friendly, the menu is good
The meatballs are chewy, as it should
The soups are spicy, it helps my mood
Next time you’re nearby, try out their food!
Menuliskan rhyme akan membuat tulisan, apa pun itu, menjadi lebih ekspresif. Pembaca juga akan merasa tulisan lebih memorable atau mudah untuk diingat. Di saat yang sama, kita juga akan menuntut diri kita untuk mengolah kosakata baru atau bahkan mencari tahu kosakata baru untuk membantu rima kita lebih pas.
Melatih kemampuan menulis dalam Bahasa Inggris seyogianya lebih dalam dari sekadar mengikuti alur pembahasan atau menyusun struktur penulisan yang kaku demi mencapai standar tertentu. Tujuan dari melatih kemampuan bahasa adalah penguasaan atas bahasa tersebut. Maka, rhymes membantu kita melihat penulisan sebagai proses yang sifatnya fleksibel.
Pemahaman dinilai dari kemampuan menulis dalam berbagai konteks, sehingga jangan sepelekan rima!